RSS

Datanglah....!

Sebuah Penantian


Kugoreskan penaku dalam kertas putih seperti cintaku padamu. Kulayangkan dengan penuh harap setinggi langit dan sedalam lautan. Walau aku sadari itu semua percuma. Apakah dayaku..hanya itulah yang sanggup aku lakukan untuk mengobati rasa rinduku padamu yang tak bertepi….



Datanglah, Sayang!!


Sesungguhnya semua gugur oleh bunga

Setapa demi setapak tlah kujalani

Apalagi yang tinggal? Kesunyian?

Tangan-tangan yang menggapai dan melambai

Dan kata saat mengucap “SELAMAT TINGGAL”

Tak lagi bermakna dalam ucapan yang kekal

Ketika kita berucap “DATANGLAH SAYANG”

Ketika itu terasa damai..

Damainya kijang dan kembang, Damai gunung dan langit

Damai air yang bening, Damai embun yang jatuh dari daun

Damai tidur yang abadi, Damai burung-burung merpati

Apa yang lebih tinggi dari jiwa, kasih dan cinta?

Lalu butir demi butir kita teliti, Pada rumit hati, hati yang penyayang

Kau berkata tentang kelemahan?

Bertahan dengan hati bukanlah kelemahan

Tiada lagi yang berpijak, Bumi yang riuh dan sunyi

Tak ada yang mampu mengerti, Jalan kelembah hakekat

Melainkan hati yang lembut dan penyayang

Malam ini bumi kian mengecil

Terlempar kelembah kesunyian

Dari sini hati yang lembut kian berkembang

Menyatu dengan jagad dalam tunggalnya yang damai dan sepi

Damai bagai buaian bayi, terjamah tangan bunda yang lembut

Dan berkata “DATANGLAH SAYANG”

Melalui puisi itu aku selalu berharap kau akan datang memenuhi panggilan alam dan nurani yang tersiksa oleh pedihnya penderitaan akan cinta




0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Menurutmu tentang Blog ini...???